Kasus HFMD 2026 Meningkat, Pencegahan Terbaik dengan Vaksinasi HFMD
Oleh : Rumah Vaksinasi
Kasus HFMD Kembali Meningkat pada Tahun 2026
Kasus Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau yang sering dikenal sebagai flu Singapura kembali meningkat pada tahun 2026. Penyakit ini banyak menyerang anak-anak, terutama mereka yang aktif bersekolah, berada di daycare, atau sering bermain bersama teman di lingkungan playground.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga minggu akhir Mei 2026, terdapat sekitar 23.873 laporan suspek HFMD dari seluruh provinsi di Indonesia. Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur termasuk wilayah dengan jumlah laporan tertinggi.
Apa Itu HFMD?
HFMD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kelompok virus enterovirus. Beberapa jenis virus yang sering menjadi penyebab HFMD antara lain:
- Enterovirus 71 (EV71)
- Coxsackievirus A16
- Coxsackievirus A6
- Enterovirus lainnya
HFMD dapat menular dengan mudah melalui kontak dekat, air liur, cairan dari lepuhan, serta benda yang telah terkontaminasi virus. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali gejala dan melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Gejala HFMD pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala HFMD yang perlu diperhatikan orang tua meliputi:
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Anak menjadi lebih rewel atau lemas
- Nafsu makan menurun
- Sariawan atau luka yang terasa sakit di dalam mulut
- Ruam atau lepuhan pada telapak tangan dan kaki
Apabila anak menunjukkan gejala tersebut, orang tua perlu melakukan pemantauan dan mencegah kontak dengan anak lain agar penularan tidak semakin luas.
Mengapa HFMD Mudah Menular di Sekolah?
Anak-anak sering melakukan aktivitas bersama seperti bermain, belajar, dan makan dalam jarak dekat. Selain itu, mereka juga menggunakan fasilitas yang sama seperti mainan, alat tulis, meja, gagang pintu, hingga toilet.
Virus HFMD dapat berpindah ketika anak menyentuh benda yang terkontaminasi, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata. Penularan juga dapat terjadi melalui air liur, cairan hidung, tinja, serta cairan dari lepuhan penderita.
Perlukah Anak Mendapatkan Vaksin HFMD?
Vaksinasi EV71 dapat menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari HFMD yang disebabkan oleh Enterovirus 71 (EV71).
Manfaat vaksin EV71 antara lain:
- Memberikan perlindungan khusus terhadap HFMD akibat EV71
- Memiliki efektivitas sekitar 94–97% dalam mencegah HFMD akibat EV71 pada anak
Berdasarkan BPOM, vaksin EV71 dapat diberikan kepada anak usia 6 bulan hingga 71 bulan sebanyak dua dosis dengan jarak pemberian satu bulan.
Apakah Vaksin HFMD Aman?
Secara umum, vaksin EV71 dapat ditoleransi dengan baik oleh anak. Reaksi yang mungkin muncul setelah vaksinasi biasanya bersifat ringan dan sementara, seperti:
- Demam
- Nyeri atau kemerahan pada lokasi suntikan
- Nafsu makan menurun
- Anak menjadi lebih rewel
Cara Mencegah Penularan HFMD Selain Vaksinasi
Orang tua perlu memahami bahwa vaksin EV71 tidak mencegah seluruh jenis HFMD. Anak yang telah divaksinasi masih dapat mengalami HFMD yang disebabkan oleh Coxsackievirus A16, Coxsackievirus A6, maupun enterovirus lainnya.
Karena itu, vaksinasi tetap perlu disertai dengan langkah pencegahan lain, seperti:
- Membiasakan anak mencuci tangan secara rutin
- Tidak berbagi botol minum, alat makan, atau handuk
- Membersihkan mainan dan benda yang sering disentuh
- Mengistirahatkan anak di rumah ketika sedang sakit
- Memberi tahu pihak sekolah apabila anak terdiagnosis HFMD
Kesimpulan
Peningkatan kasus HFMD pada tahun 2026 menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih waspada, terutama apabila anak aktif bersekolah atau mengikuti kegiatan di daycare.
Vaksin EV71 dapat memberikan perlindungan tinggi terhadap HFMD akibat Enterovirus 71. Namun, perlindungan optimal tetap perlu disertai dengan penerapan kebersihan yang baik untuk mengurangi risiko penularan.
Konsultasikan kondisi dan usia anak dengan dokter di Rumah Vaksinasi kesayangan keluarga untuk mendapatkan informasi mengenai manfaat serta jadwal pemberian vaksin HFMD EV71.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai vaksinasi anak dan jadwal imunisasi, kunjungi https://rumahvaksinasi.id/
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Laporan Mingguan Situasi Terkini Penyakit Infeksi Emerging dan Potensial KLB/Wabah Minggu ke-21 Tahun 2026.
- Zhu F, Xu W, Xia J, et al. (2014). Efficacy, safety, and immunogenicity of an Enterovirus 71 vaccine in China. The New England Journal of Medicine, 370(9), 818–828. DOI: 10.1056/NEJMoa1304923.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2026). Informasi Produk Enterovirus Type 71 Vaccine (Vero Cell), Inactivated.