Kasus Cacar Air (Varicella) di Sekolah Meningkat pada 2026, Vaksinasi Cara Terbaik Melindungi Anak
Oleh : Rumah Vaksinasi
Kasus Cacar Air pada Anak Sekolah Kembali Meningkat
Memasuki tahun 2026, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerima laporan peningkatan kasus cacar air di sejumlah daerah, terutama pada anak usia sekolah. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena cacar air dapat menyebar dengan cepat di lingkungan sekolah, terutama di dalam kelas dengan interaksi yang erat antar anak.
Mengapa Cacar Air Mudah Menular di Sekolah?
Cacar air atau varisela merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Virus ini dapat menular melalui udara, percikan batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan cairan dari lenting pada kulit.
Anak yang terinfeksi bahkan sudah dapat menularkan virus sekitar satu hingga dua hari sebelum ruam terlihat. Hal inilah yang menyebabkan penyebaran cacar air di sekolah dapat terjadi sebelum orang tua maupun guru menyadari bahwa anak sedang sakit.
Gejala Cacar Air yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala cacar air yang perlu diperhatikan antara lain:
- Demam dan tubuh terasa lemas
- Bintik merah yang berubah menjadi lenting berisi cairan
- Rasa gatal pada kulit
- Ruam yang muncul secara bertahap pada wajah, kepala, dan tubuh
Anak yang mengalami gejala cacar air sebaiknya tidak masuk sekolah hingga seluruh lenting mengering dan berubah menjadi keropeng untuk mencegah penularan kepada anak lainnya.
Vaksinasi Membantu Melindungi Anak dari Cacar Air
Vaksin varisela membantu sistem kekebalan tubuh mengenali virus penyebab cacar air. Pemberian vaksinasi dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Mengurangi risiko anak terkena cacar air
- Membuat gejala menjadi lebih ringan apabila anak tetap tertular
- Menurunkan risiko terjadinya komplikasi
- Membantu mengurangi penyebaran cacar air di sekolah maupun di rumah
Vaksinasi varisela memiliki efektivitas perlindungan sebesar 93,9% untuk dua dosis dalam mencegah semua tingkat keparahan penyakit cacar air.
Jadwal Vaksin Cacar Air untuk Anak
Menurut rekomendasi IDAI, jadwal pemberian vaksin varisela adalah sebagai berikut:
Usia Anak | Jadwal Pemberian |
Mulai usia 12 bulan | Vaksin varisela dapat mulai diberikan |
Usia 1–12 tahun | Dua dosis dengan jarak 6 minggu–3 bulan |
Usia 13 tahun atau lebih | Dua dosis dengan jarak 4–6 minggu |
Jangan Menunggu Ada Kasus di Sekolah
Pencegahan cacar air sebaiknya dilakukan sebelum anak terpapar virus. Orang tua dapat mulai dengan memeriksa kembali buku imunisasi anak untuk memastikan apakah vaksin varisela sudah diberikan secara lengkap.
Apabila vaksin cacar air belum diberikan atau belum lengkap, konsultasikan jadwal pemberiannya dengan dokter di Rumah Vaksinasi kesayangan keluarga.
Kesimpulan
Meningkatnya kasus cacar air di sekolah menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan perlindungan kesehatan anak. Vaksinasi varisela merupakan salah satu langkah terbaik untuk membantu melindungi anak dari infeksi, mengurangi risiko komplikasi, serta menekan penyebaran penyakit di lingkungan sekolah maupun rumah.
Yuk, pastikan vaksin cacar air anak sudah lengkap. Konsultasikan jadwal vaksinasi bersama dokter di Rumah Vaksinasi kesayangan keluarga.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai vaksinasi anak dan jadwal imunisasi, kunjungi https://rumahvaksinasi.id/
Referensi
- Bibi Z, Nawaz AD, Al Kurbi M, et al. (2023). Real-world effectiveness of the varicella vaccine among children and adolescents in Qatar: A case-control study. Vaccines, 11(10), 1567.
- Diniz LMO, Maia MMM, Oliveira YV, et al. (2018). Study of complications of varicella-zoster virus infection in hospitalized children. Hospital Pediatrics, 8(7), 419–425.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2025). Jadwal imunisasi anak usia 0–18 tahun rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. Sari Pediatri, 26(5), 328–336.
`1