Fase Krusial Demam Berdarah: Kapan Waktu Terbaik Memberikan Vaksin DBD pada Anak?
Oleh : Rumah Vaksinasi
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama pada anak. Banyak orang tua mengira bahwa ketika demam mulai turun, kondisi anak sudah membaik. Padahal, pada sebagian kasus, fase yang paling berisiko justru dapat terjadi saat suhu tubuh mulai kembali normal.
Memahami perjalanan penyakit DBD dan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin dapat membantu memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi anak.
Waspadai Fase Kritis Demam Berdarah
Perjalanan DBD umumnya terdiri dari tiga fase, yaitu:
- Fase demam
- Fase kritis
- Fase pemulihan
Fase kritis biasanya terjadi ketika demam mulai turun, sekitar hari ke-3 hingga ke-7 sejak gejala muncul. Pada fase ini dapat terjadi kebocoran plasma yang menyebabkan kondisi anak memburuk dengan cepat.
Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti:
- Nyeri perut hebat
- Muntah terus-menerus
- Perdarahan dari hidung atau gusi
- Anak sangat lemas atau mengantuk
- Tangan dan kaki terasa dingin
- Buang air kecil berkurang
Kapan Waktu Terbaik Memberikan Vaksin DBD?
Vaksin DBD bukan merupakan obat untuk menyembuhkan infeksi dengue. Vaksin bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali virus dengue sebelum terjadi infeksi.
Karena itu, waktu terbaik memberikan vaksin adalah ketika anak dalam kondisi sehat, bukan saat sedang mengalami demam atau menderita DBD.
Vaksin dengue dapat diberikan pada:
Usia | Jadwal Pemberian |
4–60 tahun | 2 dosis dengan interval 3 bulan |
Secara praktis, vaksinasi tidak harus menunggu musim hujan atau meningkatnya kasus DBD di lingkungan sekitar. Perlindungan akan lebih optimal jika dipersiapkan sebelum anak terpapar virus dengue.
Apakah Anak yang Pernah DBD Masih Bisa Terkena Lagi?
Ya. Virus dengue memiliki empat serotipe, yaitu:
- DENV-1
- DENV-2
- DENV-3
- DENV-4
Infeksi terhadap salah satu serotipe umumnya hanya memberikan perlindungan jangka panjang terhadap serotipe tersebut, tetapi tidak memberikan kekebalan permanen terhadap tiga serotipe lainnya.
Artinya, seseorang masih dapat mengalami infeksi dengue lebih dari satu kali sepanjang hidupnya.
Karena itu, vaksinasi tetap dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan setelah anak pulih dan dinyatakan sehat oleh tenaga kesehatan.
Vaksinasi Tetap Perlu Disertai Pencegahan Lain
Selain vaksinasi, perlindungan terhadap DBD tetap perlu dilakukan melalui upaya pencegahan di lingkungan sekitar, antara lain:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin
- Menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk
- Mendaur ulang barang yang berpotensi menampung air
- Menggunakan perlindungan tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk
Pendekatan ini membantu mengurangi risiko penularan dengue secara lebih optimal.
Kesimpulan
Demam berdarah memiliki fase kritis yang sering terjadi ketika demam mulai turun, sehingga orang tua perlu tetap waspada meskipun suhu tubuh anak terlihat membaik.
Vaksin DBD sebaiknya diberikan saat anak dalam kondisi sehat sebagai langkah pencegahan sebelum terjadi infeksi. Anak yang pernah mengalami DBD juga masih berisiko terinfeksi kembali oleh serotipe virus dengue yang berbeda.
Jangan menunggu anak sakit untuk mulai memberikan perlindungan. Konsultasikan jadwal vaksin dengue bersama dokter di Rumah Vaksinasi kesayangan keluarga agar vaksinasi dapat diberikan pada waktu yang tepat.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai vaksinasi dan perlindungan terhadap Demam Berdarah Dengue, kunjungi: https://rumahvaksinasi.id/
Referensi
- Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Clinical Features of Dengue.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2026). Sekilas tentang Vaksin Dengue.
- World Health Organization. (2025). Vaccines and Immunization: Dengue.
`1