Kabar Baik! Vaksin HFMD Berat Kini Diperluas bagi Anak Usia 6–71 Bulan

Kabar Baik! Vaksin HFMD Berat Kini Diperluas bagi Anak Usia 6–71 Bulan

Oleh : Rumah Vaksinasi

Upaya pencegahan penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) berat di Indonesia memasuki babak baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tanggal 7 Februari 2026 menyetujui perluasan usia pemberian vaksin HFMD berat menjadi 6–71 bulan yang sebelumnya 6–36 bulan. Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya kasus Enterovirus 71 (EV71), strain yang diketahui paling sering menyebabkan komplikasi neurologis berat pada anak.

Lonjakan Kasus HFMD dan Kerentanan Usia Dini

Data menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami beberapa lonjakan kasus HFMD akibat EV71. Pada tahun 2016 di Banjarmasin, 78% kasus terkonfirmasi positif EV71. Tahun 2020 di Jawa Barat, 99,3% kasus menunjukkan IgG positif EV71. Kasus hospitalisasi terkait EV71 juga tercatat di Medan (2024) dan Jakarta (2025).

Kelompok usia di bawah 6 tahun menjadi populasi dengan angka kejadian tertinggi. Bayi dan anak usia 0–3 tahun termasuk kelompok paling rentan. Bahkan, satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus hingga kepada 12 orang.

Apa Itu HFMD dan Mengapa EV71 Berbahaya?

Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) adalah infeksi yang menyerang mulut, tangan, dan kaki anak, dengan gejala demam, sariawan di mulut, dan bintik atau ruam berisi cairan di kulit. HFMD dapat disebabkan oleh beberapa jenis enterovirus, salah satunya Enterovirus 71 (EV71) yang dikenal dapat menyebabkan bentuk penyakit yang lebih berat.

Penularan terjadi melalui jalur fekal-oral, cairan dari lesi kulit, droplet pernapasan, serta benda yang terkontaminasi seperti mainan.

Walau sebagian besar kasus bersifat ringan, infeksi EV71 berisiko menyebabkan komplikasi berat seperti:

  • Gangguan saraf pusat
  • Ensefalitis
  • Edema paru neurogenik
  • Gangguan pernapasan
  • Keterlambatan perkembangan neurologis

Efektivitas dan Rekomendasi Vaksin EV71

Vaksin EV71 yang tersedia menunjukkan efektivitas sebesar 94,6% dalam mencegah infeksi HFMD akibat EV71 serta 100% dalam mencegah kasus rawat inap dan komplikasi neurologis. Vaksin EV71 hanya melindungi terhadap HFMD yang disebabkan oleh EV71 dan tidak terhadap virus lain seperti Coxsackie A16.

Vaksin EV71 direkomendasikan mulai usia 6–71 bulan dengan 2 dosis berjarak 1 bulan. Jadwal dua dosis ini dirancang untuk menghasilkan respons imun optimal, sehingga dosis kedua sebaiknya diberikan tepat waktu satu bulan setelah dosis pertama bila memungkinkan.

Kesimpulan

Dengan disetujuinya perluasan indikasi untuk anak usia 6–71 bulan, perlindungan terhadap HFMD berat akibat EV71 kini dapat dimulai sejak usia lebih dini dan mencakup periode prasekolah yang rentan. Kebijakan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit menular pada anak, sekaligus memberikan ketenangan lebih bagi orang tua dalam melindungi buah hati mereka.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan kelayakan vaksinasi, orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan dokter Rumah Vaksinasi terdekat. Anda juga dapat memperoleh informasi lengkap seputar vaksin dan jadwal imunisasi melalui https://rumahvaksinasi.id/

Sumber:

World Health Organization. Recommendations to assure the quality, safety and efficacy of enterovirus 71 vaccines. Geneva: WHO; 2020.

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Persetujuan perubahan obat INLIVE (Enterovirus Type 71 Vaccine, Vero cell, Inactivated) – perluasan indikasi usia 6–71 bulan. Jakarta: BPOM; 7 Feb 2026. Nomor TRG.01.03.32.322.02.26.42916NE.

Karyanti MR, Utsumi T, Yano Y, et al. Upaya pencegahan Hand, Foot, and Mouth Disease berat akibat Enterovirus 71. CDK-230. 2024;51(10):74755.

`1

Tinggalkan Balasan