Kok Akhir-Akhir Ini Banyak yang Demam dan Batuk? Mengenal Influenza A yang Sedang Meningkat
Oleh : Rumah Vaksinasi
Belakangan ini rasanya cerita yang sama muncul di mana-mana. Di Threads ada orang tua yang bercerita satu kelas anaknya bergantian demam. Di TikTok ramai cerita anak yang pagi masih sekolah seperti biasa, malamnya mendadak demam, batuk, pegal, dan lemas.
Belum selesai anak sakit, beberapa hari kemudian ayah atau ibu mulai ikut batuk.
“Kok akhir-akhir ini banyak banget yang demam dan batuk, ya?”
Salah satu infeksi yang memang perlu lebih kita kenali saat ini adalah Influenza A.
Influenza A Itu Apa?
Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat virus influenza. Virus influenza terdiri atas tipe A, B, C, dan D, tetapi influenza musiman pada manusia terutama disebabkan oleh Influenza A dan B.
Influenza A dibagi lagi berdasarkan protein H atau hemagglutinin dan N atau neuraminidase yang terdapat di permukaan virus.
Dua subtipe Influenza A yang saat ini bersirkulasi pada manusia adalah:
- Influenza A(H1N1)pdm09
- Influenza A(H3N2)
Gejala Influenza A yang Perlu Dikenali
Influenza dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti:
- Demam yang muncul mendadak
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri kepala
- Pegal
- Menggigil
- Badan terasa sangat lemas
Apakah Kasus Influenza Memang Sedang Meningkat?
Ya. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan.
Laporan Kementerian Kesehatan RI yang diperbarui pada 19 September 2026 menunjukkan proporsi spesimen positif influenza meningkat menjadi 46% dari 35% pada minggu sebelumnya.
Dari 185 spesimen yang diperiksa pada minggu ke-36, ditemukan 86 kasus positif influenza, yang terdiri atas:
- 76 kasus Influenza A(H1N1)pdm09
- 8 kasus Influenza A(H3N2)
- 2 kasus Influenza B/Victoria
Artinya, 84 dari 86 kasus influenza yang terdeteksi merupakan Influenza A.
Jadi, tidak perlu panik. Namun, peningkatan ini menjadi alasan untuk lebih mengenal influenza dan melakukan langkah-langkah untuk mencegah penularannya.
Anak Termasuk Kelompok yang Banyak Terdampak Influenza
Data Kementerian Kesehatan juga menunjukkan 42% kasus influenza yang terdeteksi terjadi pada anak usia 0–4 tahun.
Sementara itu, kasus influenza-like illness paling banyak ditemukan pada kelompok usia 5–14 tahun, yaitu sebanyak 45%.
Kondisi ini cukup menggambarkan pola yang sering dirasakan keluarga:
Anak sakit dari sekolah → pulang ke rumah → beberapa hari kemudian anggota keluarga lain ikut sakit.
Anak berinteraksi berjam-jam dengan teman-temannya di sekolah. Setelah itu, mereka pulang dan kembali berinteraksi dekat dengan adik, orang tua, hingga kakek dan nenek.
Influenza akhirnya dapat terasa seperti “estafet sakit” dalam satu keluarga.
Belakangan ini rasanya cerita yang sama muncul di mana-mana. Di Threads ada orang tua yang bercerita satu kelas anaknya bergantian demam. Di TikTok ramai cerita anak yang pagi masih sekolah seperti biasa, malamnya mendadak demam, batuk, pegal, dan lemas.
Belum selesai anak sakit, beberapa hari kemudian ayah atau ibu mulai ikut batuk.
“Kok akhir-akhir ini banyak banget yang demam dan batuk, ya?”
Salah satu infeksi yang memang perlu lebih kita kenali saat ini adalah Influenza A.
Influenza A Itu Apa?
Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat virus influenza. Virus influenza terdiri atas tipe A, B, C, dan D, tetapi influenza musiman pada manusia terutama disebabkan oleh Influenza A dan B.
Influenza A dibagi lagi berdasarkan protein H atau hemagglutinin dan N atau neuraminidase yang terdapat di permukaan virus.
Dua subtipe Influenza A yang saat ini bersirkulasi pada manusia adalah:
- Influenza A(H1N1)pdm09
- Influenza A(H3N2)
Gejala Influenza A yang Perlu Dikenali
Influenza dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti:
- Demam yang muncul mendadak
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri kepala
- Pegal
- Menggigil
- Badan terasa sangat lemas
Apakah Kasus Influenza Memang Sedang Meningkat?
Ya. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan.
Laporan Kementerian Kesehatan RI yang diperbarui pada 19 September 2026 menunjukkan proporsi spesimen positif influenza meningkat menjadi 46% dari 35% pada minggu sebelumnya.
Dari 185 spesimen yang diperiksa pada minggu ke-36, ditemukan 86 kasus positif influenza, yang terdiri atas:
- 76 kasus Influenza A(H1N1)pdm09
- 8 kasus Influenza A(H3N2)
- 2 kasus Influenza B/Victoria
Artinya, 84 dari 86 kasus influenza yang terdeteksi merupakan Influenza A.
Jadi, tidak perlu panik. Namun, peningkatan ini menjadi alasan untuk lebih mengenal influenza dan melakukan langkah-langkah untuk mencegah penularannya.
Anak Termasuk Kelompok yang Banyak Terdampak Influenza
Data Kementerian Kesehatan juga menunjukkan 42% kasus influenza yang terdeteksi terjadi pada anak usia 0–4 tahun.
Sementara itu, kasus influenza-like illness paling banyak ditemukan pada kelompok usia 5–14 tahun, yaitu sebanyak 45%.
Kondisi ini cukup menggambarkan pola yang sering dirasakan keluarga:
Anak sakit dari sekolah → pulang ke rumah → beberapa hari kemudian anggota keluarga lain ikut sakit.
Anak berinteraksi berjam-jam dengan teman-temannya di sekolah. Setelah itu, mereka pulang dan kembali berinteraksi dekat dengan adik, orang tua, hingga kakek dan nenek.
Influenza akhirnya dapat terasa seperti “estafet sakit” dalam satu keluarga.
Referensi Ilmiah
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 19 September 2026.
- World Health Organization. Recommended Composition of Influenza Virus Vaccines for Use in the 2026 Southern Hemisphere Influenza Season. 26 September 2025.
- World Health Organization. Frequently Asked Questions: Transitioning to Trivalent Seasonal Influenza Vaccines. 2025.