Abu Vulkanik Menerjang, Napas Lebih Sensitif? Yuk, Jaga Perlindungan Pernapasan
Oleh : Rumah Vaksinasi
Saat abu vulkanik beterbangan, udara bisa terasa lebih berat dan bernapas menjadi tidak nyaman. Beberapa orang merasakan batuk, tenggorokan gatal, mata perih, atau napas terasa lebih sesak.
Hal ini terjadi karena partikel abu yang sangat kecil bisa ikut terhirup dan membuat saluran napas teriritasi.
Karena itu, saat terjadi hujan abu, tidak hanya paparan abu yang perlu diperhatikan. Perlindungan kesehatan pernapasan dari risiko infeksi juga penting untuk dijaga.
Kalau Saluran Napas Teriritasi, Kenapa Infeksi Juga Perlu Diwaspadai?
Saluran napas memiliki pertahanan alami untuk membantu menyaring debu dan kuman.
Saat terus terpapar abu, saluran napas bisa menjadi lebih sensitif sehingga menjadi lebih mudah terinfeksi oleh kuman.
Secara sederhana, kondisi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Udara penuh partikel → saluran napas teriritasi → pertahanan alami napas dapat terganggu → infeksi pernapasan menjadi lebih perlu diwaspadai.
Karena itu, selain mengurangi paparan abu, perlindungan dari infeksi pernapasan seperti influenza dan pneumonia juga penting diperhatikan.
Bukan Cuma Masker, Vaksinasi Juga Punya Peran
Saat terjadi hujan abu, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan pernapasan antara lain:
- Mengurangi paparan abu dan menggunakan masker yang sesuai
- Membatasi aktivitas di luar rumah
- Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan
- Melengkapi vaksinasi sesuai usia dan kondisi kesehatan
Untuk perlindungan dari infeksi pernapasan, terdapat dua vaksin yang bisa dipertimbangkan, yaitu vaksin Influenza dan vaksin PCV.
Vaksin Influenza untuk Perlindungan dari Infeksi Pernapasan
Vaksin Influenza membantu melindungi tubuh dari penyakit influenza.
Jadwal pemberian vaksin Influenza dibedakan berdasarkan usia.
Usia 6 Bulan–8 Tahun
Vaksin Influenza diberikan sebanyak:
- 2 dosis awal
- Kemudian dilanjutkan 1 dosis setiap tahun
Usia 9 Tahun hingga Dewasa dan Lansia
Vaksin Influenza diberikan sebanyak:
- 1 dosis setiap tahun
Vaksin PCV untuk Perlindungan dari Penyakit Pneumokokus
Vaksin PCV membantu melindungi dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus, termasuk pneumonia.
Jadwal pemberian vaksin PCV dibedakan untuk anak dan dewasa.
Vaksin PCV untuk Anak
Jadwal pemberian vaksin PCV pada anak meliputi:
- Usia 2 bulan
- Usia 4 bulan
- Usia 6 bulan
- Booster usia 12–15 bulan
Vaksin PCV untuk Dewasa
Untuk orang dewasa, vaksin PCV diberikan sebanyak:
- 1 dosis
Jaga Napas, Jaga Keluarga
Saat udara sedang penuh abu, perlindungan tidak cukup hanya dari luar.
Kurangi paparan abu, lindungi saluran napas, dan jangan lupa perlindungan dari infeksi.
Vaksin Influenza dan PCV dapat menjadi bagian dari langkah menjaga kesehatan pernapasan sesuai usia dan kebutuhan masing-masing.
Kesimpulan
Paparan abu vulkanik dapat membuat saluran napas teriritasi dan menjadi lebih sensitif. Karena itu, saat terjadi hujan abu, penting untuk mengurangi paparan dengan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah, serta menjaga kebersihan tangan dan lingkungan.
Selain perlindungan dari paparan abu, risiko infeksi pernapasan juga perlu diperhatikan. Vaksin Influenza dan PCV dapat menjadi bagian dari langkah perlindungan kesehatan pernapasan sesuai usia dan kondisi kesehatan.
Sudahkah vaksin Influenza dan PCV Anda serta keluarga sesuai jadwal?
Konsultasikan kebutuhan vaksin berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan riwayat vaksinasi bersama tenaga kesehatan di Rumah Vaksinasi.
Rumah Vaksinasi — Jaga napas, lengkapi perlindungan keluarga.
Sumber Ilmiah
- World Health Organization (WHO). Volcanic Eruptions.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Safety Guidelines During a Volcanic Eruption.
- Yang L, Li C, Tang X. The Impact of PM2.5 on the Host Defense of Respiratory System. Frontiers in Cell and Developmental Biology. 2020