Anak Sudah 18 Bulan? Ada Jadwal Vaksinasi Penting yang Tidak Boleh Terlewat
Oleh : Rumah Vaksinasi
Saat anak memasuki usia 18 bulan, orang tua biasanya fokus pada perkembangan bicara, motorik, dan pola makan si kecil. Namun, ada satu hal penting yang juga tidak boleh terlupakan, yaitu jadwal vaksinasi lanjutan atau vaksin booster usia 18 bulan.
Meskipun anak telah menerima imunisasi dasar saat bayi, beberapa vaksin memerlukan dosis lanjutan untuk memperkuat dan mempertahankan perlindungan tubuh terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Vaksin Apa Saja yang Diberikan pada Usia 18 Bulan?
Berdasarkan jadwal imunisasi rutin Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anak usia 18 bulan perlu mendapatkan:
- Vaksin DPT-HB-Hib dosis keempat (booster)
- Vaksin MR atau MMR dosis kedua
“Health is not valued till sickness comes.” – Thomas Fuller
Kesehatan adalah aset yang tak ternilai, khususnya bagi orang dewasa dengan berbagai rutinitasnya. Tak hanya penting bagi anak, orang dewasa juga membutuhkan vaksinasi yang lengkap untuk agar tetap sehat dan terlindung dari berbagai penyakit menular.
Seiring bertambahnya usia, perubahan cuaca yang tidak menentu serta interaksi dengan banyak orang, orang dewasa menjadi rentan terkena penyakit yang dapat mengganggu produktivitas, terlebih bagi orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu seperti sakit jantung, diabetes, hipertensi, asma dan penyakit lainnya.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan rekomendasi imunisasi terbaru bagi orang dewasa agar terhindar dari berbagai penyakit sesuai bukti ilmiah terbaru.
Berikut adalah jadwal imunisasi dewasa oleh PAPDI Terbaru Tahun 2023.
Vaksin DPT-HB-Hib
Vaksin DPT-HB-Hib membantu melindungi anak dari beberapa penyakit serius, yaitu:
- Difteri
- Pertusis (batuk rejan)
- Tetanus
- Hepatitis B
- Infeksi Haemophilus influenzae tipe b (Hib)
Pemberian dosis pada usia 18 bulan berfungsi sebagai vaksin booster setelah anak menyelesaikan seri imunisasi dasar pada masa bayi. Booster diperlukan untuk membantu mempertahankan perlindungan yang telah terbentuk sebelumnya.
Vaksin MR atau MMR
Vaksin MR memberikan perlindungan terhadap dua penyakit, yaitu:
- Campak (Measles)
- Rubella
Sementara itu, vaksin MMR memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit:
- Campak (Measles)
- Gondongan (Mumps)
- Rubella
Kedua vaksin sama-sama berfungsi sebagai booster setelah vaksin campak atau MR yang diberikan pada usia 9 bulan. Perbedaannya terletak pada tambahan perlindungan terhadap gondongan yang terdapat pada vaksin MMR.
Dalam program imunisasi nasional, vaksin MR digunakan sebagai imunisasi rutin. Vaksin MMR dapat menjadi pilihan apabila orang tua ingin memberikan perlindungan tambahan terhadap gondongan.
Mengapa Vaksin Booster Tetap Diperlukan?
Imunisasi dasar membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu. Namun, pada beberapa jenis vaksin, perlindungan tersebut perlu diperkuat melalui pemberian dosis lanjutan atau booster.
Booster pada usia 18 bulan bertujuan untuk:
- Memperkuat respons kekebalan tubuh.
- Mempertahankan perlindungan dalam jangka waktu yang lebih lama.
- Menurunkan risiko penyakit berat dan komplikasi.
- Mengurangi penyebaran penyakit di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Karena itu, meskipun anak terlihat sehat dan aktif, vaksin booster tetap perlu diberikan sesuai jadwal.
Apakah Dua Vaksin Boleh Diberikan Bersamaan?
Secara umum, vaksin booster DPT-HB-Hib dan vaksin MR atau MMR dapat diberikan dalam satu kali kunjungan, setelah anak menjalani skrining kesehatan oleh tenaga medis.
Setiap vaksin diberikan menggunakan alat suntik dan lokasi penyuntikan yang berbeda.
Pemberian beberapa vaksin sekaligus membantu anak memperoleh perlindungan tepat waktu serta mengurangi risiko keterlambatan jadwal imunisasi.
Bagaimana Jika Jadwal Vaksin Usia 18 Bulan Terlambat?
Orang tua tidak perlu panik apabila jadwal vaksinasi anak terlambat.
Segera bawa:
- Buku KIA
- Buku vaksin
- Catatan riwayat imunisasi anak
saat berkonsultasi dengan dokter.
Dokter akan memeriksa vaksin yang telah diterima anak, kemudian menyusun jadwal imunisasi kejar (catch-up immunization) sesuai usia dan kondisi anak.
Imunisasi yang tertinggal sebaiknya segera dilengkapi dan tidak ditunda lebih lama.
Lengkapi Perlindungan Anak pada Usia 18 Bulan
Usia 18 bulan merupakan salah satu momen penting untuk memperkuat perlindungan anak terhadap berbagai penyakit infeksi yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Periksa kembali buku vaksin si kecil dan pastikan jadwal vaksin DPT-HB-Hib serta MR atau MMR telah dikonsultasikan dengan dokter.
Apabila terdapat dosis yang terlewat, orang tua dapat berkonsultasi di Rumah Vaksinasi untuk memeriksa riwayat imunisasi, menentukan jenis vaksin yang sesuai, dan menyusun jadwal imunisasi kejar.
Kesimpulan
Usia 18 bulan merupakan waktu penting untuk melengkapi vaksin booster anak. Pemberian vaksin DPT-HB-Hib dan MR atau MMR bertujuan memperkuat kekebalan tubuh yang telah dibentuk sejak masa bayi sehingga perlindungan terhadap berbagai penyakit tetap optimal.
Jangan menunggu anak sakit untuk mulai melindunginya. Periksa kembali buku imunisasi si kecil dan konsultasikan jadwal vaksinasi bersama dokter di Rumah Vaksinasi.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai jadwal imunisasi anak dan layanan vaksinasi, kunjungi:
Referensi Sumber:
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi Lebih dari Satu Jenis Vaksin Tidak Sebabkan Kematian.
- World Health Organization. Measles: Prevention and Vaccination.