Japanese Encephalitis Berujung Radang Otak, Vaksinasi Jadi Salah Satu Perlindungan Penting

Japanese Encephalitis Berujung Radang Otak, Vaksinasi Jadi Salah Satu Perlindungan Penting

Oleh : Rumah Vaksinasi

Gigitan nyamuk tidak selalu berakhir dengan bentol dan rasa gatal. Salah satu penyakit yang dapat ditularkan nyamuk adalah Japanese Encephalitis (JE), infeksi virus yang dapat menyebabkan radang otak atau ensefalitis.

Meski tidak selalu menimbulkan gejala, Japanese Encephalitis dapat berkembang menjadi penyakit serius ketika infeksi menyerang otak. Karena itu, penting untuk mengenali penyakit ini serta mengetahui langkah perlindungan yang dapat dilakukan melalui vaksinasi.

Apa Itu Japanese Encephalitis?

Japanese Encephalitis adalah penyakit yang disebabkan oleh Japanese encephalitis virus (JEV).

Virus ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama nyamuk dari kelompok Culex.

Manusia dapat terinfeksi ketika digigit nyamuk pembawa virus, tetapi penularan JE tidak terjadi secara langsung dari manusia ke manusia dalam aktivitas sehari-hari.

Mengapa Japanese Encephalitis Perlu Diwaspadai?

Sebagian besar orang yang terinfeksi JEV tidak menunjukkan gejala atau hanya mengalami keluhan ringan seperti demam dan sakit kepala.

Namun, sekitar 1 dari 250 infeksi dapat berkembang menjadi penyakit berat yang menyerang otak.

Gejala Japanese Encephalitis Berat

Ketika terjadi ensefalitis, gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala berat
  • Kaku pada leher
  • Kebingungan atau penurunan kesadaran
  • Kejang
  • Kelemahan atau kelumpuhan
  • Koma

WHO melaporkan bahwa angka kematian pada pasien yang mengalami ensefalitis akibat JE dapat mencapai 30%.

Di antara pasien yang bertahan hidup, sekitar 30–50% dapat mengalami gangguan neurologis, kognitif, atau perilaku jangka panjang.

Japanese Encephalitis Bisa Dicegah dengan Vaksinasi

Vaksinasi dapat menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan perlindungan terhadap Japanese Encephalitis sebelum seseorang terpapar virus.

Vaksin JE memiliki efektivitas sekitar 80% setelah satu dosis dan 97,5% setelah dua dosis dalam mencegah penyakit JE.

Kapan Vaksin Japanese Encephalitis Diberikan?

Jadwal vaksin Japanese Encephalitis dibedakan berdasarkan kelompok usia.

Vaksin JE untuk Anak Usia ≥9 Bulan

Jadwal pemberian vaksin JE untuk anak meliputi:

  • Dosis pertama: 1 dosis mulai usia 9 bulan
  • Booster: 1 dosis setelah 1 tahun dari dosis pertama

Vaksin JE untuk Dewasa Usia ≥18 Tahun

Untuk orang dewasa usia 18 tahun ke atas:

  • Vaksinasi primer: 1 dosis

Di Indonesia, program imunisasi pemerintah juga memberikan vaksin JE pada usia 10 bulan di wilayah endemis JE seperti Bali.

Perlindungan Sebaiknya Dimulai Sebelum Terpapar

Japanese Encephalitis mungkin tidak sesering dibicarakan seperti demam berdarah, tetapi dampaknya dapat jauh lebih serius ketika virus sudah menyerang otak.

Karena belum tersedia pengobatan antivirus spesifik, jangan menunggu sakit untuk mulai melindungi diri dan keluarga.

Bagi anak maupun orang dewasa yang memiliki risiko, vaksinasi JE dapat menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan perlindungan sebelum terpapar.

Kesimpulan

Japanese Encephalitis merupakan penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dapat menyebabkan radang otak atau ensefalitis.

Meskipun sebagian besar infeksi tidak menimbulkan gejala atau hanya menyebabkan keluhan ringan, sebagian kasus dapat berkembang menjadi kondisi serius dengan risiko kematian serta gangguan neurologis jangka panjang.

Vaksinasi JE menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan sejak dini, baik bagi anak maupun orang dewasa yang memiliki risiko.

Konsultasikan kebutuhan dan jadwal vaksin Japanese Encephalitis Anda dan keluarga bersama dokter di Rumah Vaksinasi.

Referensi Ilmiah
  1. World Health Organization. Japanese encephalitis. WHO.
  2. Hennessy S, et al. Effectiveness of live-attenuated Japanese encephalitis vaccine (SA14-14-2): a case-control study. The Lancet. 1996.
  3. Chokephaibulkit K, et al. Safety and immunogenicity of live recombinant Japanese encephalitis vaccine in children. Pediatric Infectious Disease Journal. 2010.
  4. WHO Prequalification. IMOJEV Japanese Encephalitis Vaccine – Product Information.
  5. Centers for Disease Control and Prevention. Japanese Encephalitis Vaccine Information for Healthcare Providers. Updated July 2026.

Tinggalkan Balasan