Gondongan pada Anak: Penyakit Menular yang Sering Diremehkan, Pencegahan Utama dengan Vaksinasi MMR
Oleh : Rumah Vaksinasi
Melihat pipi atau leher anak tiba-tiba membesar tentu membuat orang tua khawatir. Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah gondongan (mumps).
Gondongan sering dianggap hanya menyebabkan pipi membengkak dan akan sembuh sendiri. Namun secara medis, infeksi virus mumps tetap memiliki risiko komplikasi sehingga pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah penting.
Apa Itu Gondongan (Mumps)?
Gondongan adalah infeksi virus dari kelompok Paramyxoviridae yang menyebabkan peradangan pada kelenjar ludah.
Virus ini dapat menular melalui:
- Percikan napas (droplet) saat batuk atau bersin.
- Kontak dekat dengan penderita.
- Berbagi alat makan atau minum.
Anak yang terinfeksi dapat menularkan virus sebelum maupun setelah gejala muncul. Oleh karena itu, penyebaran gondongan dapat terjadi dengan cepat, terutama di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Gejala Gondongan pada Anak
Beberapa gejala yang sering muncul pada anak antara lain:
- Bengkak di bawah telinga, pipi, atau sisi leher.
- Nyeri saat mengunyah atau menelan.
- Demam.
- Sakit kepala.
- Nafsu makan berkurang.
- Rasa tidak nyaman saat membuka mulut.
Apabila anak mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengapa Gondongan Perlu Dicegah?
Walaupun sebagian besar anak dapat pulih dengan baik, gondongan tetap dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:
Meningitis
Peradangan pada selaput otak yang dapat menyebabkan sakit kepala berat, kaku leher, dan muntah.
Gangguan Pendengaran
Pada kasus tertentu, infeksi virus mumps dapat memengaruhi sistem pendengaran.
Orkitis
Pada anak laki-laki yang telah memasuki usia pubertas, virus mumps dapat menyebabkan peradangan pada testis.
Karena adanya risiko komplikasi tersebut, pencegahan menjadi langkah yang lebih baik dibandingkan pengobatan.
Vaksin MMR: Perlindungan Terbaik terhadap Gondongan
Pencegahan utama gondongan dilakukan melalui vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella).
Jadwal Pemberian Vaksin MMR
Usia Anak | Dosis |
15–18 bulan | Dosis 1 |
5 tahun | Dosis 2 |
Vaksin MMR bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi dan sel memori sehingga tubuh lebih siap melawan virus mumps apabila suatu saat terpapar.
Berdasarkan penelitian internasional:
- Satu dosis vaksin MMR memberikan perlindungan sekitar 70–80% terhadap gondongan.
- Dua dosis vaksin MMR meningkatkan perlindungan hingga sekitar 85–90%.
Selain melindungi anak, vaksinasi juga membantu mengurangi penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.
Apakah Vaksin MMR Aman?
Vaksin MMR telah digunakan secara luas di berbagai negara selama puluhan tahun dan memiliki profil keamanan yang baik.
Efek samping yang mungkin muncul umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti:
- Demam ringan.
- Nyeri pada area suntikan.
- Ruam sementara.
Berbagai penelitian ilmiah berskala besar juga menunjukkan bahwa vaksin MMR tidak menyebabkan autisme.
Kesimpulan
Gondongan bukan hanya sekadar menyebabkan pipi membengkak. Penyakit akibat virus mumps ini dapat menular dengan mudah dan memiliki risiko komplikasi tertentu apabila tidak dicegah.
Melengkapi imunisasi MMR merupakan langkah pencegahan berbasis bukti untuk membantu melindungi anak dari gondongan, campak, dan rubella.
Jangan menunggu anak sakit. Pastikan jadwal imunisasi anak selalu sesuai dengan rekomendasi dokter.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai vaksinasi anak dan layanan imunisasi, kunjungi:
Referensi Sumber:
- Hviid A, Rubin S, Mühlemann K. Mumps. The Lancet. 2008;371(9616):932–944.
- Marin M, et al. Recommendation of ACIP for Use of a Third Dose of Mumps Virus–Containing Vaccine. MMWR. 2018.
- World Health Organization (WHO). Mumps Vaccine Position Paper.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Measles, Mumps, and Rubella Vaccination Recommendations.