web-rv-5-1200x675.png
03/Jan/2022

Jenis Vaksin yang Direkomendasikan IDAI

Pada tahun 2020 kemarin, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan 15 jenis vaksin yang perlu diberikan untuk anak. Enam vaksin pertama termasuk ke dalam imunisasi dasar yang disediakan secara gratis oleh pemerintah. Lalu bagaimana dengan 9 jenis vaksin lainnya? Yuk, kita simak pembahasan lengkap di bawah ini!

  1. PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)

PCV dapat mencegah penyakit infeksi bakteri Pneumococcus yang dapat menyerang paru-paru, selaput otak, telinga, dan organ tubuh lainnya. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali pada usia 2, 4, dan bulan, lalu diulang kembali (booster) setelah bayi berusia 12-15 bulan.

  1. Rotavirus

Rotavirus adalah virus yang paling sering menyebabkan diare pada bayi dan anak. Vaksin rotavirus dapat diberikan sebanyak 2 atau 3 kali, bergantung pada jenis vaksin. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 6 minggu, kemudian dilanjutkan dengan dosis kedua dan ketiga yang diberikan 4 minggu setelah dosis sebelumnya.

  1. Influenza

Influenza juga salah satu virus yang paling sering menyerang anak. Influenza ini dapat menyebabkan demam, batuk, pilek, dan diare. Vaksin influenza diberikan sejak anak berusia 6 bulan. Imunisasi pertama diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak 4 minggu, kemudian diulang setiap setahun sekali.

  1. JE (Japanese Encephalitis)

JE adalah penyakit infeksi otak dengan gejala kejang, koma, dan kelumpuhan. Virus JE ini telah masuk ke Indonesia dan menjadi penyakit endemis di beberapa daerah, misalnya Bali. Vaksin JE diberikan pada anak yang tinggal di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Vaksin JE dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan, yang dilanjutkan dengan booster vaksin setelah 1-2 tahun kemudian.

  1. Varisela

Varisela (cacar air) menyebabkan demam dan ruam merah di seluruh tubuh. Pada beberapa kasus, varisela dapat menyebabkan komplikasi berat seperti radang paru, radang otak, dan kecacatan bayi pada ibu hamil. Varisela ini menular dengan sangat mudah sehingga vaksin varisela merupakan salah satu vaksin terpenting bagi anak. Vaksin varisela dapat diberikan sejak anak berusia 12-18 bulan, sebanyak 2 kali dengan jarak 6 minggu sampai 3 bulan.

  1. Hepatitis A

Virus hepatitis A menyebabkan kerusakan pada hati dengan gejala berupa demam, mual, muntah, serta kulit dan mata berwarna kuning. Vaksin hepatitis A diberikan sebanyak 2 kali sejak anak berusia 1 tahun. Dosis kedua diberikan 6-12 bulan setelah dosis pertama.

  1. Tifoid

Penyakit tifoid (tifus) adalah infeksi bakteri yang paling sering terjadi. Tifoid yang berat dapat menyebabkan bocornya usus dan gangguan aliran oksigen di dalam tubuh yang dapat berakhir pada kematian. Vaksin tifoid diberikan mulai dari usia 24 bulan, kemudian diulang setiap 3 tahun sekali.

  1. HPV (Human Papilloma Virus)

HPV dapat menyebabkan infeksi pada organ kelamin dan kanker leher rahim. Virus ini menular melalui hubungan seksual. Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan berusia 9-14 tahun sebanyak 2 kali dengan jarak 6-15 bulan.

  1. Dengue

Virus dengue ditularkan melalui nyamuk dan dapat menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) hingga sindroma syok dengue. Vaksin dengue diberikan pada anak berusia 9-16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan.

Nah, itu dia 9 jenis vaksin yang dianjurkan oleh IDAI. Vaksin-vaksin ini penting untuk membentuk kekebalan tubuh anak kita. Jadi, tunggu apa lagi? Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati, jadi ayo kita lengkapi vaksin anak-anak kita!