Please wait...

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Vaksin Tifoid

Maret 6, 2018 0
TIFOID.jpeg

APA ITU TIFOID?

 

Tifoid (demam tifoid) atau lebih dikenal di Indonesia sebagai penyakit tipes adalah penyakit yang tidak bisa dianggap remeh. Tifoid disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Kuman patogen ini menginfeksi manusia dan menyebabkan banyak gejala antara lain : demam, lemah, lemas, nyeri perut, nyeri kepala, hilang nafsu makan, diare bahkan sampai gangguan kesadaran.

 

Orang yang terkena penyakit tifoid menjadi “karier/pembawa” penyakit ini dan dapat menularkan tifoid kepada orang lain. Umumnya, orang terinfeksi tifoid disebabkan karena memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi kuman salmonella typhi.

 

Gejala tifoid dapat berupa gejala ringan hingga berat. Orang yang diduga terinfeksi kuman ini harus segera diobati. Bila tidak diobati dapat menjadi semakin berat bahkan dapat menyebabkan kematian. Kematian yang disebabkan oleh tifoid mencapai 10%-20% bila tidak diobati dan apabila diobati maka presentasi kematian turun hingga kurang dari 1%. Kematian akibat penyakit tifoid disebabkan kerena perforasi usus (bocor usus), perdarahan, dan karena komplikasi lainnya

 

BAGAIMANA TIFOID MENULAR?

 

Infeksi kuman tifoid terjadi melalui mulut dari makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri salmonelaa typhi. Kontaminasi tersebut dapat berasal dari urin atau feses penderita tifoid akut dan pembawa kuman.

 

Empat F (Finger, Flies, Fomites, and Fluid) dapat menyebarkan kuman Salmonella typhi ke makanan,minuman, buah, dan sayuran yang serung dikonsumsi tanpa  dicuci atau dimasak secara benar sebelumnya.

 

APA TANDA DAN GEJALA ANAK YANG TERKENA TIFOID?

 

Gejala demam tifoid pada anak umumnya lebih ringan disbanding dewasa, gejalanya bervariasi Antara lain ; demam satu minggu atau lebih, gangguan saluran pencernaan, dan gangguan kesadaran. Pada awalnya gejala dan keluhan mirip seperti infeksi pada umumnya.

 

Pada minggu kedua gejala semakin jelas;  demam yang terus menerus, lidah tifoid, gangguan pencernaan, bahkan gangguan kesadaran. Bercak kemerahan seringkali muncul pada akhir minggu pertama demam tifoid.

 

Komplikasi demam tifoid dapat mengenai pencernaan seperti perdarahan usus, perforasi/bocor usus, peritonitis. Kompilkasi lain yang mungkin dapat terjadi infeksi saluran nafas seperti bronchitis, dan bronkopneumonia.

 

 

BAGAIMANA MENCEGAH TIFOID?

 

Prinsip pencegahan yang paling penting yaitu mengobati penderita demam tifoid sampai tuntas supaya tidak menjadi pembawa kuman / karier. Hal yang tidak kalah pentingnya yaiutu penyediaan air bersih, jarak septic tank dengan sumber air >10m, menjaga makanan dan minuman yang sehat, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terutama sebelum makan, dan jangan lupa untuk vaksinasi tifoid.

 

Di Bangkok, angka kejadian tifoid sangat rendah. Hamper tidak pernah dijumpai pasien rawat inap karena demam tifoid. Hal ini dapat terjadi karena vaksinasi tifoid diwajibkan bagi warga Bangkok sejak sekolah dan diulang setiap tahun. Dengan semakin rendahnya angka kejadian penyakit demam tifoid, semakin sedikit pula angka penularan serta kemungkinan menjadi pembawa / karier.

 

SIAPA YANG PERLU VAKSIN TIFOID?

 

Indonesia termasuk wilayah endemis tifoid, artinya setiap tahun kejadian tifoid masih tinggi. Vaksin tifoid sangat dianjurkan terutama untuk ANAK USIA SEKOLAH, DEWASA MUDA, petugas KULINER yang berhubungan dengan makanan dan minuman, Anggota TNI, petugas laboratorium, dan juga wisatawan yang akan bepergian di wilayah endemic demam tifoid (termasuk Indonesia).

 

KAPAN VAKSIN TIFOID DIBERIKAN?

 

Vaksin tifoid yang beredar di Indonesia saat ini adalah vaksin mati yang dibuat dari polisakarida antigen Vi kuman salmonella tiphy . Vaksin ini diberikan dengan cara disuntikkan sebanyak 0,5cc secara intramuscular (ke dalam otot). Vaksin tifoid polisakarida ini dapat diberikan MULAI usia 2 TAHUN dan diulang (booster) setiap 3 tahun.

 

SEBERAPA EFEKTIFKAH VAKSIN TIFOID?

 

Efektivitas vaksin tifoid yang beredar di Indonesia saat ini tidak terlalu tingga, berkisar 50% – 80%. Oleh karenanya meskipun telah melakukan vaksinasi, seseorang harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dan terutama memakan makanan dan minuman yang sehat dan terjamin kebersihannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Copyright by rumahvaksinasi.id 2018. All rights reserved.